Home

Transfer Factor adalah suatu molekul pada sel darah putih yang berisi informasi imun yang dapat dipindahkan dari satu individu ke individu lain.

PENEMU TRANSFER FACTOR

Dr. Sherwood Lawrance,

Sedang meneliti pasien tuberkolosis (TBC). Saat itu dia menemukan bahwa sel darah putih pada pasien tuberkolosis yang sudah sehat dengan pasien tuberkolosis yang masih sakit berbeda. Ternyata ada faktor yang dimiliki oleh mantan pasien penderita tuberkolosis yang tidak dipunyai oleh pasien yang sedang menderita tuberkolosis.

Dr. Lawrance akhirnya mencoba untuk memindahkan faktor tersebut yang ada pada pasien tuberkolosis yang sudah sembuh kedalam tubuh pasien yang masih sakit. Setelah beberapa lama, pasien yang sakit sembuh dari tuberkolosis nya.

Mengapa? karena factor yang di pindah kan itu adalah informasi untuk mengatasi tuberkolosis sehingga atas penemuannya itu beliau menamakan molekul tersebut sebagai “Transfer Factor”.

Setelah tahun 1949 sampai 1980 telah banyak dilakukan penelitian tentang Transfer Factor ini. Pada akhirnya disadari, bahwa ternyata Transfer Factor itu adalah anugrah dari Tuhan yang Maha Esa dan semua makhluk hidup memilikinya.

Asalnya Transfer Factor ini ada di sel darah putih kita. Ketika seorang ibu melahirkan anaknya, pada saat sang ibu memberikan asupan makanan pertama kali kepada anaknya melalui ASI maka pada saat itu untuk pertama kalinya Transfer Factor sang ibu berpindah dari sel darah putih Ibu menuju air susu ibu yang akhirnya dikonsumsi oleh sang anak.

Transfer Factor adalah informasi yang bisa membuat sistem imun kita menjadi pintar. Faktanya, air susu yang mengandung Transfer Factor cuma ada di tiga hari awal masa menyusui. Sehingga kita bisa lihat di masyarakat, bayi yang tidak minum susu Ibunya di awal kelahiran kebanyakan sistem imunnya lemah. Itulah sebabnya mengapa keberadaan Transfer Factor ini sangat penting bagi tubuh kita.

2 Responses to Home

  1. Berarti ASI itu sangat bermanfaat bagi imunitas tubuh bayi yang disusuinya? Bukankah demikian sahabat?

  2. ya, benar sekali. Maka dari itu bayi yang tidak dapat ASI dari ibunya cenderung lebih lemah daya tahan tubuhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s